Ada Apa Di Balik Penutupan Gerbang Belakang ITB?

544894_170727029748994_1247690049_n

Jadi begini kawan2. Penutupan gerbang belakang selama ini memang agak simpang siur isunya. Saya akan berusaha memperjelas melalui topik di post ini. Setiap poin akan saya beri nomor agar memudahkan kita berdiskusi. Siapkan camilan, karena ini akan panjang..

1) Penutupan gerbang belakang ini dilakukan pada 23 januari 2013 dengan sosialisasi berupa surat yang disebar sehari sebalumnya (22 Januari 2013).

2) Alasan utama dari penutupan gerbang belakang ITB ini adalah safety (keamanan) dari mahasiswa terkait proyek yang akan berlangsung waktu itu rencananya di Bulan Februari.

3) Proyek di ITB sendiri sudah di sosialisasikan bahwa akan ada pembangunan 4 gedung baru. Sosialisasi ini berjalan baik dengan diakomodir antara direktorat pembangunan dan kementrian advokasi kebijakan kampus Kabinet KM ITB.

4) Ditengah jalan, ternyata ada 4 rencana pembangunan gedung baru yang tidak sesuai rancangan di awal. Karena inilah, safety mahasiswa diusahakan aman dengan ditutupnya gerbang belakang dan diberi alternatif gerbang SBM yang dibuka.

(INI MASIH SETTING AWAL SUPAYA KITA SATU FRAME)

5) Dalam rencana awal, gerbang belakang terbuka untuk pejalan kaki namun tertutup bagi kendaraan baik mobil maupun kendaraan berat. Sedangkan gerbang SBM adalah salah satu akses utama dari kendaraan berat.

6) Faktanya 3 gedung baru yang diluar rencana awal terletak lebih pinggir ITB dibanding 4 gedung yang direncanakan. Harusnya, secara logis penambahan 3 gedung baru bukanlah menjadi alasan ditutupnya gerbang belakang. Jika di rencana awal saja gerbang belakang dibuka untuk pejalan kaki kok dengan gedung yang lebih di pinggir malah gerbang yang di tengah jadi di tutup? Ini cukup aneh menurut kami..

7) Faktanya, gerbang SBM yang menjadi alternatif safety justru gelap, jauh, rawan, dan lain-lain. Disini mulai timbul masalah dan latar belakang kita semua untuk berdiskusi bersama rektorat.

(DUA POIN DIATAS ADALAH LATAR BELAKANG DARI MAHASISWA MEMPERTANYAKAN KEPUTUSAN REKTORAT)

(SEDIKIT INTERMEZZO)

8) [PKL] Pada awal Januari, kita semua tahu akan peristiwa penggusuran PKL. Sudah beberapa tahun memang PKL ini diberi warning dari pemkot untuk pindah ke tempat yang bukan daerah hijau. Kami mahasiswa juga tidak tinggal diam. Kami mencari solusi alternatif tempat bagi PKL ini baik itu di dalam maupun di luar kampus. Tetapi kami tidak bisa menemukan ego dari pemilik PKL dan ego dari rektorat, pemkot, LSM, dan lain-lain. (jika pkl dipindah terlalu jauh mereka ga mau karena takut omset turun, rektorat sendiri ga mau PKL ada di deket ITB, pemkot ga mau ruang terbuka hijau jadi kumuh, dst dst, ga katemu deh) Penggusuran PKL pun terjadi dengan sangat mendadak kala itu. Kami mahasiswa pun melakukan re-aksi dengan membangung tenda dan advokasi ke pemkot dan akhirnya diberilah izin pendirian bangunan sementara di daerah belakang ITB asalkan bangunan tersebut rapi.

9) salah satu dari gedung-gedung di luar rencana pembangunan di awal ITB adalah gedung doping. Pembangunan ini didasari oleh KEPENTINGAN NEGARA yang membutuhkan lab doping yang selama ini selalu tes doping di luar negeri. Sekali lagi, ini kepentingan negara bukan kepentingan mahasiswa ITB.

10) Semenjak ditupnya gerbang terdekat akses ke makanan PKL belakang, ada alternatif makanan murah di tunnel yang diakomodir KKP ITB dengan harga 5000 per porsi. Namun, bisa dilihat, selain kios dari KKP masih ada kios-kios bari yang ada di sekitaran tunnel dan ya, beberapa itu milik dosen2 yang ada di ITB. (relasi orang dalam). Dengan ini kita sedikit melupakan adanya pkl di belakang ITB.

11) ITB sendiri berdalih sudah melakukan usaha peningkatan safety di gerbang alternatif (SBM) dengan cara (1) menaruh satpam jaga (2) transportasi alternatif JIKA DIMINTA (jangan sungkan minta satpam) (3) mengusahakan ada penerangan (tetapi rektorat masih nunggu jawaban pemkot karena ga enak kalo masang sendiri nanti dikira ngelangkahin kebijakan pemkot).

12) Teori ruang publik (arsitektur) mengatakan dampak psikologis manusia akan menjadi malas jika kita berjalan jauh memutar. Hal ini berbeda jika dibandingkan jalan jauh tetapi tidak memutar. Keefektifan rute dinilai sangan berpengaruh terhadap psikologi manusia dalam konteks apapun.

DENGAN BEKAL BEKAL DIATAS, KAMI MELAKUKAN PERTEMUAN DENGAN PIHAK LK, K3L, SARPRAS, DAN DIR. PEMBANGUNAN, HASILNYA :

13) Gerbang belakang memang tidak boleh dilalui kendaraan berat, dan tidak akan dialui kendaraan berat karena dibawah gerbang belakang ada tunnel yang bisa runtuh jika ada kendaraan berat yang melintas.

14) Alasan-alasan seperti kemahasiswaan yang turun, telat kuliah, jauh, dan lain-lain dianggap alasan lemah mahasiswa oleh LK. Di luar negeri, mahasiswa sudah biasa jalan jauh untuk sampai ke kampusnya.

15) Ada alasan baru yang belum pernah keluar sebelumnya. Kali ini disampaikan oleh Direktorat pengembangan. Ada settlement (daerah ambles) tepat di muka gerbang belakang. Settlement ini ditakutkan akan terus bertambah dalam karena beban statis kendaraan yang berhenti tepat di atas settlement tersebut (dalam konteks kali ini : angkot). Karena alasan ini baru, kami mahasiswa masih belum membahas terkait settlement ini sehingga waktu itu kami menerima alasan ini untuk sementara sembari kami akan membahas di diskusi lagi. Pihak LK berjanji akan sesegera mungkin mengirimkan kajian dari settlement ini dan akan melibatkan mahasiswa dalam rapat pengambilan keputusan berikutnya dalam penutupan gerbang belakang.

16) Rektorat akan mengusahakan adanya penerangan lampu sorot yang terang dari dalam ITB untuk mengantisipasi gelapnya gerbang SBM. Mereka berkata sudah mengajukan itu dan akan segera dilakukan. Kita tunggu saja kelanjutannya.

[SETELAH FORUM KALI ITU, KAMI BERDISKUSI KEMBALI, KALI INI FOKUS UTAMANYA TENTANG ALASAN TERAKHIR REKTORAT UNTUK MENUTUP GERBANG BELAKANG : SETTLEMENT)

17) Faktanya. Amblesan yang jadi alasan terakhir tersebut belum pernah ada sebelum satu tahun lalu. Satu tahun lalu, ada pipa PDAM yang bocor. Hal ini menyebabkan petugas PDAM menggali jalan tetap di depan gerbang belakang. Namun, ketika menutup kembali, PDAM tidak menerapkan ilmu pengaspalan yang harus dilakukan secara berlapis (batu, basir, kerikil, aspal, dst (ilmu sipil ini)). Mereka langsung melapisi tanah bekas galian dengan aspal. Ya sudah tentu terjadi subsidence (ambles) dan bisa kita lihat bentuk amblesannya sangat rapi, melintang membentuk garis.

18) (Ini ilmu sipil lagi) Settlement ga akan terjadi dalam waktu singkat kecuali ada kondisi yang baru. Jadi penurunan jalan sebesar 10 centimeter selama 1 tahun ini tidak mungkin jika tidak ada sebab eksternal. Hampir pasti ini disebabkan oleh penggalian kebocoran pipa PDAM.

19) Faktanya, dari Pak Muslinang (dosen sipil sekaligus pimpinan proyek dari pembangunan JICA / gedung2 baru ITB), kontrak proyek pembangunan gedung belum ada. Yang tadi dijadwalkan akan dimulai Februari, direktorat pengembangan berdalih akan dimulai april. Namun, hal ini mustahil karena untuk persiapan legal aspek dan lain lain dari sebuah proyek, minimal butuh 100 hari (ini ilmu dari TI). Ya kita lihat saja kapan sih pembangunan ini akan benar-benar dimulai.

20) Teman-teman dari Teknik Geofisika berinisiatif akan meminjam alat GPR (aku ga tau ini apa), tetapi mereka mengklaim dengan alat ini, kita bisa melihat lapisan-lapisan di bawah tanah. Jadi, dengan ini pula kita bisa menentukan apakah sebenarnya settlement yang terjadi di muka gerbang belakang itu separah apa.

21) Teman-teman dari arsitektur dan Majalah ganesha sedang membuat analisis dampak dari ditutupnya gerbang belakang. Majalah Ganesha sendiri baru-baru ini menlakukan survey dan sudah dianggap valid oleh dosen dari Planologi ITB.

22) Akhirnya setelah ditagih-tagih oleh Yorga dan melalui proses lempar melempar khas birokrasi Indonesia, kita mendapatkan data kajian mengenai settlement gerbang belakang. Namun, bisa kita cermati bersama nanti, hasil kajian dari mereka. Dari tanggal kajian saja Februari 2013, SATU BULAN SETELAH GERBANG BELAKANG DITUTUP MEREKA BARU MENGKAJI ALASANNYA.

23) Teman-teman sipil sedang mengkaji data yang baru diberikan kemarin oleh rektorat terkait settlement ini. Mereka akan melihat dari aspek keteknikan sesuai ilmu mereka. Sekaligus, jika memungkinkan, mereka sedang mengusahakan agar kita, mahasiswa bisa mengaspal dengan baik (tentu dengan bantuan pemkot soal pengadaan alat dan bahan) settlement tersebut. Melalui ini, kita bisa membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya diam melihat permasalahan, malah bisa membantu rektoran mesolusikannya (sekaligus menyindir sih ini sebenarnya).

24) (Opini) Jika memang di muka gerbang belakang itu settlement yang terjadi hanyalah hasil galian PDAM yang dangkal. Mengapa kita menjauhkan akses ruang publik seperti perpustakaan dengan jalan yang memutar? Dan jika menang settlement yang terjadi itu memang parah, MENGAPA TUNNEL MASIH DIBUKA DAN MALAH DIBUAT AKSES UTAMA UNTUK MAKAN, FOTOKOPI, SWALAYAN, ATM? DIMANA KAJIAN SAFETY DARI REKTORAT? Dua hal ini kontradiktif dan saling menghilangkan memang, jika tunnel dibuka mengapa gerbang belakan gditutup? jika gerbang belakang harus ditutup, mengapa tunnel dibuka?

25) [OPINI KAMI] Penutupan gerbang belakang ini adalah hal kecil. Jika hanya jalan kaki agak jauh sebenarnya kami pun mau asal mereka punya alasan logis dan kuat. Perjuangan kami bukan berlandaskan itu. TETAPI, KAMI MEMPERTANYAKAN BAGAIMANA PEROSES REKTORAT DALAM MEMBUAT KEPUTUSAN. Apakah keputusan safety dilakukan secara mendadak saja? ataukah keputusan dibangunnya gedung doping yang merupakan kepentingan negara lebih didulukan dibanding kepentingan mahasiswanya? Sebenarnya, ITB sebagai institusi pendidikan, ingin membangun gedungnya saja atau mendidik mahasiswanya?

Jadi itu kira-kira update dari advokasi yang dilakukan secara mendiri oleh massa kampus terkait gerbang belakang. Jika teman-teman ada yang terganggu dengan ditutupnya gerbang belakang dan BERINISIATIF, bisa gabung kami, nanti akan dikabari jika ada jarkom ngumpul. Terima kasih. ;)

Categories: Peristiwa Disekitar Kita | Tags: , | 13 Comments

Post navigation

13 thoughts on “Ada Apa Di Balik Penutupan Gerbang Belakang ITB?

  1. GPR (Ground Penetrating Radar)

  2. Reblogged this on Aswad Mansur.

  3. andiernawatiamri

    Reblogged this on Andi Ernawati Amri.

  4. Sos, gedung barunya apa aja sih?

    bukannya dari awal memang 4 gedung baru dan 4 renovasi gedung ya?

    Gedung baru: Centre for Art, Design & Languages (CADL selatan), Center for Advanced Sciences (CAS), Center for Research & Community Service (CRCS), Center for Infrastructure & Built Environment Engineering (CIBE) (mantan BSC A)

    Renovasi: CITIE, CIBE timur jauh, CIBE barat daya, CADL utara

    • 4 gedung baru ada lagi yud, Ga tau yang mana aja, tapi salah satunya di daerah timur jauh gedung FITB dan sebagian gedung TM akan diruntuhkan unruk dibangun gedung energi. Yang ini sumber dananya bukan dari JICA tetapi dari diknas. Plannya harusnya dimulai pembangunannya dari oktober tahun lalu. Biasa dana diknas..

  5. gery

    sos aing share ya ini

  6. Cara halus seperti ketemu langsung dg rektorat dan juga sosialisasi dg mereka sudah ditempuh. Mereka tetap kekeuh dg pendapat mereka (g masalah sih asalkan clear ini masalah). Kita ajukan surat ke mereka untuk meminta sosialisasi lagi susahnya minta ampun.
    Kita bikin propaganda via dunia maya dan tulisan di mading2 tapi tdk ada respon dari mereka.
    Rektorat syarat politis, hampir mirip kayak orba tp gaya SBY.

  7. yogi

    Aduh,sementara kajian settlement itu jalan terus,dan alasan settlement itu diklaim karena berentinya angkot,ya dibikin stop angkot aja yg agak jauh dikit,berapa 10,20m..

  8. rrr

    Sekarang angkot jadi ngetem di tikungan,saya bukan mahasiswa tp lewat jalan tsb tiap hari,posisi angkot ngetem sekarang sangat membahayakan lalu lintas karena itu tikungan blindspot

  9. deddy

    Saya alumni yg sdh jarang berinteraksi dg internal ITB (baik dg kampus ataupun elemen2 didalamnya), tapi ketika melihat pagar tinggi mengelilingi gerbang belakang,satu hal yg lgsg terlintas dibenak saya..adalah kepongahan INSTITUSI YG MERASA BESAR MELAWAN PEDAGANG KECIL YANG TAK BERDAYA. Sangat disayangkan, jika institusi yg sangat kita cintai ini, hanya mendidik mahasiswanya jadi
    pintar..tapi tidak bisa hidup berdampingan dg kaum marjinal secara BENAR

  10. intinya seh ingin mematikan usaha PKL, dimatikan secara perlahan2, mahasiswa korban tidak langsung saja.

  11. aku

    nice blog bang sos.. :)

  12. emang ada salahnya sih pihak ITB maen gusur, trus udah dirapiin sama pihak pedagang juga malah bikin aksesnya dipersusah dengan penutupan gerbang belakang. Btw sebenernya yg pedagangnya punya ijin gak sih jualan disana gan? soalnya rada susah protesnya kalo emang gak ada ijin. Jadi inget dulu punya warung kesukaan (soto ayam) yang deket2 luar pager sbm tapi sayangnya gak ada yg bantu mereka pas digusur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: