Pancasila, Antara Perjuangan, Mimpi, dan Realita

Memperingati G30SPKI dan Hari Kesaktian pancasila – 30 Semptember – 01 Oktober 2012

30 septembar dan 1 oktober merupakan 2 hari yang sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Masih terngiang peristiwa kelam bernama G30S PKI yang terjadi 47 tahun yang lalu. Enam orang jenderal paling berpengaruh kala itu dibunuh secara mengenaskan.

Lubang Buaya – Monumen yang mengenangkan kita akan kesaktian Pancasila

Namun, aku tidak tertarik berdiskusi tentang konspirasi-konspirasi dari orang-orang yang haus akan kekuasaan di masa lalu. Yang patut kita renugkan bersama adalah PANCASILA.

Satu hari setelah peristiwa mengenaskan tersebut, adalah hari yang kita kenang bersama dengan sebutan Hari Kesaktian Pancasila. 1 Oktober 1965, adalah bukti bahwa dasar negara kita ini, landasan dari berdirinya bangsa besar ini, tidak dapat diragukan kesaktiannya!

Ya, Pancasila (panca=lima, Sila=asas, bahasa sansekerta) menjadi penawar, menjadi obat atas sakitnya bangsa ini kala itu. Obat pamungkas yang menggagalkan usaha kudeta terhadap Presiden saat itu, Ir Soekarno. Dan masyarakat kala itu mengakui bahwa pancasila, memang seharusnya menjadi dasar negara ini berpijak, berlandas, bersandar.

Namun, apa sih Pancasila itu? Bagaimana makna sebenarnya dari Pancasila yang katanya sebagai dasar negara kita? Dan apakah Pancasila itu sudah terlaksana di negara kita sekarang?

PANCASILA

Menurut penulis, Pancasila adalah dasar dari negara Indonesia, untuk mengejar cita-citanya yakni tercimtanya keadilan dan kemakmuran di negara ini. Untuk menuju cita cita itu, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar.

Indonesia terdiri atas berbagai macam pulau-pulau, berbagai macam suku, ras, dan kepercayaan. Keberagaman ini adalah keunggulan kita, kekayaan kita, kelebihan kita terhadap bangsa lain. Namun, diatas itu semua, harus ada pemersatu dari semua golongan yang ada di negara ini, unsur pemersatu inilah yang ada di sila yang pertama di dalam pancasila. Unsur ketuhanan.

1 Ketuhanan Yang Maha Esa

Inilah dasar dari setiap kita. Dilambangkan dengan bintang tunggal yang mengesankan ketinggian dan keesaan tuhan, hubungan makhluk dengan penciptanya sangat personal. Bagaimana kita bisa meyakini bahwa setiap unsur yang mengalir dalam diri kita dan sekitar kita adalah unsur-unsur ketuhanan yang bersumber dari Sang Pencipta yang Esa. Dimana semua cahaya bersumber dari cahaya tunggal, yaitu “bintang” itu sendiri. Dan jiwa dari makhluk-makhluk yang mengakui akan keesaan tuhan akan memiliki kehalusan untuk selanjutnya menjalani kehidupan dengan lebih berkualitas.

Cukup rumit memang jika kita membicarakan unsur ketuhanan. Namun, dapat dibilang unsur ketuhanan adalah satu-satunya unsur yang dapat menyatukan keberagaman yang ada di negara ini. Semua agama pasti mengajarkan hal yang baik. Dan seharusnya, jika setiap kita meyakini agama kita masing masing, sudah seharusnya negara ini terdiri akan berbagai kebaikannya.

2 Kemanusiaan yang adil dan beradab

Jika kita sudah meyakini akan adanya tuhan yang esa, kita akan mulai menyadari bahwa semua ini semua bersumber dari sang pencipta yang esa. Dari sana kita tidak aka lagi membeda-bedakan orang. Karena semuanya sebenarnya sama-sama makhluk tanpa perbedaan. Hanya pinjaman-pinjaman semu seperti tubuh, harta, dan tahta yang membuat kita terlihat sekilas beda. Hal ini terlihat dari rantai yang melambangkan sila ini. Kita sama-sama masing-masing menjadi satu per satu ikatan rantai yang saing terikat kuat membentuk rangkaian yang tiada putusnya. Disinilah duntuk membentuk hal itu, mutlak dibutuhkan keadilan dan etika (adab) sebagai manusia.

Dari kita menyadari akan setaranya sesama manusia terhadap manusia yang lain, tidak akan ada lagi perpecahan-perpecahan yang akan terjadi. Kita akan saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Muncullah sisi-sisi humanis dari setiap kia terhadap sesama manusia dan kia akan memperlakukan semua orang dengan adil dan beradab.

3 Persatuan Indonesia

Ketika kita sudah bisa menghargai satu sama lain, ketika kita sudah bisa menghargai yang namanya perbedaan, akan timbul harmoni dari berbagai perbedaan tersebut. Dan ketika itu semua dapat menjadi indah, maka terciptalah suatu rasa persatuan, yang dimana disini kita bersatu dalam bangsa yang sama, Bangsa indonesia.

Persatuan ini terjadi dalam kesamaan latar belakang, kesamaan tujuan, maupun persatuan dari keberagaman yang ada di dalamnya. Kesamaan tujuan tersebut didapatkan dari munculnya karakter karakter pemimpin yang timbul dari suasana harmoni dalam persatuan ini.

Lambang pohon beringin mememperjelas makna persatuan ini. meskipun kita terdiri dari suku, agama, ras, dan kepercayaan apapun, kita tetap masih dipayungi pohon yang sama, pohon yang bisa memayungi kita semua, pohon beringin yang kokoh dan hijau, bangsa kita, Bangsa Indonesia.

4. kerakyatan yang dipimpin hikmat permusyawaratan dalam permusyawaratan perwakilan.

Dilambangkan dengan banteng berwarna hitam dan dilatar belakangi warna merah menyala, seorang pemimpin harus berani! Seorang pemimpin harun mempunyai mimpi yang tinggi dan kuat untuk mengejar mimpinya tersebut! Pemimpin yang dapat memutuskan sesuatu atas dasar kekeluargaan dalam musyawarah dan mufakat.

Pemimpin-pemimpin besar, negarawan-negarawan baru, akan bermunculan, membawa negara ini menuju arah yang lebih baik, menuju yang dicita-citakan dalam pancasila, yang ditulis jelas dalam sila berikutnya.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Inilah cita-cita bangsa kita, Inilah mimpi dari para pendahulu-pendahulu kita yang masih ingin dilaksanakan dan masih terus diusahakan. Inilah cita-cita besar, yang dilambangkan dengan padi dan kapas berlatar belakang putih. Kemakmuran terlambang dari padi dan kesejahteraan terlambang dari kapas. Dan semu dilatar belakangi dengan warna putih yang dimana melambangkan kesucian, kejujuran. Inilah cita-cita yang harus kita yakini bersama harus dapat kita wujudkan bersama.

Hal ini dapat diwujudkan dengan karakter bangsa kita, yaitu gotong royong. Dimana kita membatu sesama tanpa ada rasa pamrih, dimana kita bisa mengetahui persis mana hak dan mana yang kewajiban dan kita laksanakan, dimana kita dapat menghargai sesama manusia selayaknya manusia, dan diatas itu semua dibutuhkan kejujuran dan rasa tanggung jawan akan negara kita semua.

Pancasila, dalam bagian maupun keseluruhan, semuanya mengandung unsur yang luar biasa baiknya. Pancasila ini terkesan dan memang didesain sangat ideal.

Jika kita melihat bagaimana kondisi negara kita sekarang, masih banyak masyarakat tidak memahami dan mengamalkan nilai-nilai pancasila yang harusnya merupakan ideologi bangsa kita ini. Bagaimana masih banyak pertikaian-pertikaian antar suku, antar agama, antar keyakinan, dan antar ras. Bagaimana kita saling tidak menghormati sesama kita, bagaimana bangsa kita sidah sangat tidak sehat dengan ketidak jujuran dan tidak adanya rasa tanggung jawab dari sebagian besar pemimpin-pemimpin di negara kita. Dan bagaimana kita masih jauh dari apa yang kita cita-citakan bersama dalam sila ke lima Pancasila ini.

Perang antar suku di Papua

Dari sinilah kawan, kita ,generasi-generasi muda, generasi-generasi penerus pembangunan para pejuang-pejuang terdahulu, harusnya malu terhadap perjuangan-perjuangan dari Bapak-Bapak Bangsa Indonesia ini. Masih banyak PR yang harus kita kerjakan bersama kawan.

Indonesia harus banyak berbenah, dimulai dari yang paling kecil, dimulai dari diri kita sendiri. Sudahkah kita termasuk orang yang bertanggung jawab? sudahkah kita termasuk orang-orang yang jujur? Jika belum, mumpung masih ada waktu, mari kita berbenah :)

Sang Merah Putih, Bagimu Jiwa Raga Kami

Categories: Agenda Mendesak : Selamatkan Indonesia | Tags: , , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Pancasila, Antara Perjuangan, Mimpi, dan Realita

  1. rifqi

    headernya…
    papandajan. haha.

    ===
    tulisannya ringan menggigit nih, mantap bro

  2. Nice

    Sukses slalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: