manusia bermental TEMPE! sampai kapan?!

Fenomena di sekitar kita :

Suatu siang, penulis terjebak di satu titik kemacetan kota besar di negeri ini. Sungguh padat jalanan tersebut, penuh motor dan mobil yang saling serobot.

Ribuan Kendaraan di jalanan seolah “sempit”

Tiba-tiba aku merasa asing, semua kendaraan yang memenuhi badan jalan sampai membludak ini adalah produk IMPOR! Produk asing! tak ada satupun dari kendaraan tersebut buatan Indonesia, dari yang paling baru dan mengkilap sampai yang paling jadul, semuanya impor! Ada apa dengan industri negeri ini?

Pada suatu kesempatan yang lain penulis hadir agak terlambar dalam suatu seminar, dan mendapati ruangan seperti gambar dibawah ini :

Bangku kuliah / seminar, seringkali bangku terdepan kosong.

Beberapa baris di depan kosong. Penulis tidak satu dua kali menjumpai hal seperti ini. Berulang kali bangku paling depan dalam proses belajar mengajar, perkuliahan, seminar, selalu kosong. Ada apa sebenarnya dengan pendidikan negeri ini?

Masih segar teringat memori ketika mantan presiden George W. Bush hendak berkunjung ke Indonesia. Betapa seluruh kementrian ribut, mempersiapkan penyambutan yang sangat megah. Pohon-pohon yang jelas dilindungi di kebun raya bogor pun kena getahnya.

Helipad dadakan di kebun raya Bogor yang tidak jadi terpakai

Para pemimpin-pemimpin negeri ini seolah sungguh mengagungkan sosok asing ini. Semua orang seolah menghentikan aktivitasnya hanya untuk menyambut kedetangan “tamu” ini. Mengapa sih pemerintah kita sampe sebegitu mendewakan “tamu asing”? Ada apa dengan pemimpin-pemimpin negeri ini?

Beberapa orang mengatakan, masalah Indonesia sudah bukan lagi dalam tataran yang tampak saja, tetapi sampai mengakar ke dasar-dasarnya, yaitu permasalahan mentalitas kita. Ya, mayoritas kita, mau tidak mau, harus kita akui, mempunyai mentalitas inlander yang dominan. Sebelum melangkah lebih jauh, sebenarnya, apa sih mental Inlander itu ?

Definisi Inlander

  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

in·lan·der nsebutan ejekan bagi penduduk asli di Indonesia oleh orang Belanda pada masa penjajahan Belanda; pribumi ”

  • Menurut Pak Amien Rais dalam bukunya, “Agenda Mendesak Bangsa : Selamatkan Indonesia!”

“Pemimpin bertipe inlander ini hakekatnya bermental budak, pengidap slave mentality.”

  • Beberapa sumber lain mengatakan bahwa “mental Inlander adalah sindrom minder, rasa rendah diri, dan inferior.”

Selamatkan Indonesia – Amien Rais

Dalam bukunya juga, Pak Amien Rais memaparkan ciri-ciri Bangsa bermental inlander, ciri-ciri tersebut antara lain:

  1. Penakut. ketakutan yang luar biasa terhadap pemerintah Amerika (Washington) sebagaimana yang terlihat dalam kasus dibukanya kantor perwakilan PLO di Jakarta pada masa lalu.
  2. Ketergantungan. Merasa nikmat dalam kecanduan hutang luar negeri (debt addict). Prinsipnya rakyat boleh mencerca pemerintah tetapi jangan sampai pemerintah Indoesia di cap sebagai “anak nakal” oleh lembaga-lembaga seperti IMF, Bank Dunia, IGGI dan lain-lain.
  3. Bodoh. Kebodohannya dapat terlihat dari perusakan hutan yang parah, penjualan aset negara seperti BUMN dan Bank Nasional ke pihak asing serta kontrak-kontrak minyak, tambang dan batubara yang sangat irasional dan diluar batas kewajaran sehingga mengakibatkan kerugian negara.”

Dapat disimpulkan bahwa mentalitas inlander adalah mentalitas rendah diri, minder, dan mental mental “budak”, mental mental ketergantungan dan tidak percaya diri terhadap kemampuan kita sendiri dan memandang orang lain lebih unggul dari diri kita. Dalam skala bangsa, mentalitas inlander sangat parah, karena kita tidak bisa melihat potensi bangsa kita sendiri yang seharusnya sangat besar, kita menganggap bangsa asing jauh lebih berpengalaman, jauh lebih pintar, jauh lebih hebat, jauh lebih segalanya daripada bangsa kita sendiri.

Mentalitas Inlander, Ayo kita berantas!

Sungguh, ini bukan mental yang baik untuk dipelihara. Mental-mental seperti inilah yang akan membuat kita selalu kerdil, tidak berkembang, tidak berpotensi, dan terkungkung dalam tempurung kita sendiri.

Jika memang sebegitu parahnya mental inlander itu, mengapa bisa sebagian besar Rakyat Indonesia megidap penyakit ini secara akut? Dari mana sih mental Inlander ini berasal?

Penyebab Munculnya Mental Inlander di Indonesia

  • Dari arti di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat dilihat bahwa arti dari inlander adalah ejekan dari Belanda terhadap penduduk pribumi.
  • Dari wikipedia pun satu suara : “Inlanders (bahasa Belanda untuk “pribumi”) atau pada akhir abad ke-19 seringkali disebut dengan istilah Indonesiërs(“orang Indonesia”) adalah satu dari tiga kelompok penduduk Hindia-Belanda menurut undang-undang tahun 1854.”

    Orientalism by Edward Said

  • Menurut Edward Said, Profesor Universitas Columbia USA, Pencetus teori post-colonialism, dalam bukunya “Orientalism” dan sekuelnya “Culture and Imperialism” mengatakan bahwa mentalitas inlander itulah yang membuat kolonialisme dan imperialisme meluas ke seluruh negara di Asia dan Afrika dan bertahan ratusan tahun. Mentalitas inlander itu dibangun secara sistematis dan terus-menerus melalui kekuasaan dan bahkan sastra dan seni, sehingga telah mendarah mendaging dan menulang-sumsum sampai sekarang.

Akibat yang ditimbulkan oleh mental inlander

Pada aras ekonomi sungguh tampak nyata betapa banyak perusaahaan asing yang bergerak di bidang pertambangan, telekomunikasi, transportasi, perkebunan, perikanan hingga pertanian. Cita-cita membangun ekonomi rakyat yang mandiri dan kuat sebagaimana harapan founding fathers seakan hanya mimpi yang tak kunjung tercapai. Nasib bangsa masih tidak jauh berbeda dengan masa penjajahan, kue pembangunan hanya dinikmati segelintir priyayi sementara rakyat sebagai kawula alit hanya mendapatkan sisa-sisa pembangunan. Lagi-lagi ini dikarenakan watak inlander yang masih menggerogoti para pengusaha nasional sehingga industri nasional tidak pernah menjadi tuan di negeri sendiri.

Sumber Daya Alam Indonesia dan Negara Pengolahnya

Dalam hal sosial budaya berkembang fenomena konsumerisme yang menggejala di seluruh pelosok nusantara. Bangsa yang memiliki penduduk lebih dari 230 juta ini hanya dijadikan sasaran iklan produk asing, baik produk yang berupa barang maupun jasa. Bisa dilihat mental anak bangsa bekas jajahan ini begitu bangga bergaya kebara-baratan, ke arab-araban, kecina-cinaan, atau apapun produk yang dari luar. Ini sungguh sangat membahayakan bangsa, sebab jika dibiarkan bangsa ini benar-benar akan menjadi bangsa kuli, bangsa pemasok tenaga kerja murah, bahkan dimungkinkan akan menjadi bangsa bermental budak di zaman modern.

Pak Pray menyatakan dalam analisisnya menurut sudut pandang intelijen bahwa mental lemah orang terjajah ini mengakibatkan sifat menjilat masih sangat kental, disebut mental ABS. Pada umumnya mental inlander menjadikan orang kurang kreatif, kurang disiplin, cenderung malas, hanya akan bekerja kalau dilecut. Kalau jadi pemimpin maunya menang sendiri (cenderung otoriter).

kurang kreatif, kurang disiplin, cenderung malas, hanya akan bekerja kalau dilecut

Sarjana menjadi job seeker tentu tidak lepas dari mengguritanya mental inlander (pekerja terjajah) dalam “mindset” mahasiswa, yakni seorang sarjana dianggap berhasil jika bekerja di kantor dengan pakaian rapi, tempat kerjanya jelas, dan cukup mentereng. Apalagi ditambah embel-embel pegawai negeri yang menjanjikan zona nyaman dan jaminan masa depan.

Sebagian besar aliran kekayaan hanya dinikmati sebagian kecil manusia

Amien Rais: Celakanya mentalitas inlander ini tidak hanya mewabah di kalangan rakyat bawah. Tapi juga dialami, dengan sama-sama akutnya, oleh para pemimpin dan elite politik kita. Kalau yang terserang mental inlander itu rakyat kecil, paling akibatnya mereka terkagum-kagum kepada bule dan ketagihan nonton sinetron Indonesia. Kalau yang terkena penyakit inlander ini artis Indonesia, paling-paling akibatnya mereka jadi terkagum-kagum dan berlomba menikah atau memacari bule. Apa saja asal bule jadi rebutan artis kita, tidak peduli bule, yang di negeri asalnya jadi kuli pun, di sini jadi rebutan. Tapi, kalau yang terserang penyakit mental inlander ini adalah elite politik, sosial, ekonomi, intelektual, wartawan, agamawan, dan elite-elite yang lain, celakalah bangsa kita ini.

Akibat penjajahan yang dimulai hampir 4 abad yang lalu ternyata berpengaruh kepada kondisi mental kita. Sampai sekarang hampir semua dari kita secara bawah sadar masih mengidap perasaan inferior dan rendah diri terhadap orang-orang bule.

Terlepas dari itu semua, Indonesia adalah negara yang besar. Negara yang layak untuk kita banggakan. Untuk kita yang masih ragu, mari kita kenal lebih dekat negara kita ini, Indonesia.

Indonesia – Negara Besar, Hijau, nan Membanggakan

INDONESIA

  1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni).
  2. Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).
  3. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
  4. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.

    Keberagaman Etnis di Indonesia adalah yang terbesar

  5. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.
  6. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.
  7. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).

    Borobudur – Warisan Budaya Keajaiban Dunia

  8. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus’¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.
  9. Indonesia merupakan produsen timah terbesar kedua.
  10. Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
  11. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.
  12. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

    Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia tidak sebatas di darat saja

  13. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.
  14. Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di kalimantan & Papua.

    Keragaman Anggrek Indonesia yang luar biasa

  15. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.
  16. Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.
  17. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.

    Rafflesia Arnoldii – Bunga Terbesar di dunia

  18. Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.
  19. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.
  20. Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepal.

Hutan hujan Indonesia – Penyuplai Oksigen Dunia

Indonesia dikenal dunia dengan sebutan Zamrud Khatulistiwa karena berwarna hijau layaknya batu zamrud yang terbentang di sepanjang garis ekuator. Indonesia adalah salah satu negara penyuplai oksigen terbesar di dunia. Dengan Hutan hujan Indonesia yang sangat luas, Indinesia terus menerus menyuplai kebutuhan oksigen dunia. Meski begitu, Indonesia tidak meminta apapun dari negara lain. Inilah sifat asli dari rakyat Indonesia, tulus membantu, tanpa pamrih, gotong royong. Karena kita menyadari bahwa manusia adalah makhluk sosial dan kita harus saling tolong menolong.

Jayalah Indonesiaku

Coba meninjau kembali sejarah kita, masyarakat awam selalu mengatakan bahwa kita dijajah Belanda selama 350 tahun. Benarkah demikian? Untuk ke sekian kalinya, harus ditegaskan bahwa “Tidak benar kita dijajah Belanda selama 350 tahun”. Masyarakat memang tidak bisa disalahkan karena anggapan itu sudah tertulis dalam buku-buku pelajaran sejarah sejak Indonesia merdeka! Tidak bisa disalahkan juga ketika Bung Karno mengatakan, “Indonesia dijajah selama 350 tahun!” Sebab, ucapan ini hanya untuk membangkitkan semangat patriotisme dan nasionalisme rakyat Indonesia saat perang kemerdekaan (1946-1949) menghadapi Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Sebenarnya, kalau dihitung dari 1596 sampai 1942, jumlahnya memang hampir 350 tahun. Namun, tahun 1596 itu Belanda baru datang sebagai pedagang. Itu pun gagal mendapat izin dagang. Tahun 1613-1645, Sultan Agung dari Mataram, adalah raja besar yang menguasai seluruh Jawa, kecuali Banten, Batavia, dan Blambangan. Jadi, tidak bisa dikatakan Belanda sudah menjajah Pulau Jawa (yang menjadi bagian Indonesia kemudian).

Perjuangan Pejuang-pejuang terdahulu membuat Belanda tidak bisa menguasai Indonesia sampai 300 tahun lamanya

Selama seratus tahun dari mulai terbentuknya Hindia Belanda pascakeruntuhan VOC (dengan dipotong masa penjajahan Inggris selama 5 tahun), Belanda harus berusaha keras menaklukkan berbagai wilayah di Nusantara hingga terciptanya Pax Neerlandica. Namun, demikian hingga akhir abad ke-19, beberapa kerajaan di Bali, dan awal abad ke-20, beberapa kerajaan di Nusa Tenggara Timur, masih mengadakan perjanjian sebagai negara bebas (secara hukum internasional) dengan Belanda. Jangan pula dilupakan hingga sekarang Aceh menolak disamakan dengan Jawa karena hingga 1912 Aceh adalah kerajaan yang masih berdaulat. Orang Aceh hanya mau mengakui mereka dijajah 33 tahun saja.

Kesimpulannya, tidak benar kita dijajah Belanda selama 350 tahun. Yang benar adalah, Belanda memerlukan waktu 300 tahun untuk menguasai seluruh Nusantara. Jika dihitung hitung, kita hanya dijajah kurang lebih selama 35 tahun saja kawan.

Karenanya, BERBANGGALAH kawan, Kita dilahirkan di bangsa yang BESAR! Bangsa yang BERDAULAT! dengan SEJUTA POTENSINYA! Mari kita busungkan dada kita, mari kita olah potensi negara kita, untuk Indonesia yang BESAR!

Berikut ada kisah-kisah yang membanggakan dari pejuang-pejuang tanah air masa lalu..

Paduka Yang Mulia Pemimpin Besar Revolusi – Ir Soekarno

Bung Karno:Aku ingin agar Indonesia dikenal orang. Aku ingin memperlihatkan kepada dunia, bagaimana rupa orang Indonesia. Aku ingin menjampaikan kepada dunia, bahwa kami bukan “Bangsa jang pandir” seperti orang Belanda berulang-ulang kali mengatakan kepada kami. Bahwa kami bukan lagi “Inlander goblok hanja baik untuk diludahi” seperti Belanda mengatakan kepada kami berkali-kali. Bahwa kami bukanlah lagi penduduk kelas kambing jang berdjalan menjuruk-njuruk dengan memakai sarung dan ikat-kepala, merangkak-rangkak seperti jang dikehendaki oleh madjikan-madjikan kolonial dimasa jang silam. Setelah Republik Rakjat Tiongkok, India, Uni Soviet, dan Amerika Serikat, maka kami adalah bangsa jang kelima didunia dalam hal djumlah penduduk. 3000 dari pulau-pulau kami dapat didiami. Tapi tahukah Saudara berapa banjak rakjat jang tidak mengetahui tentang Indonesia ? Atau dimana letaknja ? Atau tentang warna kulitnja, apakah kami sawomatang, hitam, kuning atau putih ? Jang mereka ketahui hanja nama Sukarno. Dan mereka mengenal wadjah Sukarno. Mereka tidak tahu, bahwa negeri kami adalah rangkaian pulau jang terbesar didunia. Bahwa negeri kami terhampar sepandjang 5.000 kilometer atau menutupi seluruh negeri-negeri Eropa sedjak dari pantai Barat benuanja sampai keperbatasan paling udjung disebelah Timur. Mereka tidak tahu, bahwa kami sesudah Australia adalah negara keenam terbesar, dengan luas tanah sebesar dua djuta mil persegi. Mereka umumnja tidak menjadari, bahwa kami terletak antara dua benua, benua Asia dan Australia, dan dua buah Samudra raksasa, Lautan Teduh dan Samudra Indonesia”

Ladang Tembakau, surganya para perokok dunia

Pada suatu kesempatan, ada seorang menteri dari Indonesia yang ketika tengah menghadiri konferensi internasional menyalakan rokoknya di dalam ruangan. Kontan, sebagian orang menghampiri untuk menegur beliau. Namun, beliau hanya tersenyum dan berkata “Inilah rokok tembakau, cita rasa asli Indonesia, cita rasa yang membuat negara-negara kalian berbondong-bondong datang dan menjajah negaraku“.

Berikutnya, adalah kisah mengagumkan KH. Agus Salim yang menunjukkan Intelektualitas, Spiritualitas dan Integritas yang tinggi yang ditampakkan dihadapan dunia internasional. Sebuah kisah yang sarat dengan ibrah, dalam salah satu konferensi besar Beliau makan dengan menggunakan tangannya, sementara ketika itu para peserta muktamar menggunakan sendok. Ketika sebagian anggota muktamar mencemooh dengan mengatakan “Salim, Sekarang tidak saatnya lagi makan dengan tangan, tapi dengan sendok”, pemuda cerdas ini menjawab penuh wibawa “tangan yang selalu saya gunakan ini selalu saya cuci setiap kali akan makan, dan hanya saya yang memakai dan menjilatnya. Sementara sendok-sendok yang kalian gunakan sudah berapa mulut yang telah menjilatnya”.

Untuk generasi muda…

Generasi Penerus Bangsa – Busungkan Dadamu kawan, Banggalah menjadi Indonesia

Potensi kita semua tidak terbatas, kita sama-sama manusia, begitu pula dengan anak-anak dari negara lain. Kita bisa menjadi jauh lebih baik dari mereka. Kita adalah bangsa yang berbudaya, berbudi, dan berdaulat. Kita mempunyai pejuang-pejuang terdahulu yang besar dan kita pasti bisa melanjutkan mereka membentuk negara ini menjadi negara yang besar.

Jangan sekalipun kamu menganggap dirimu kurang dari orang lain, apalagi orang asing, kita sama-sama manusia dengan potensi tanpa batas. Kita BISA!

Berikut, penulis lampirkan sajak fenomenal yang tak lekang oleh zaman. Sajak yang selalu mengingatkan kita terhadap keadaan negara kita dengan berbagai lika-likunya, terutama disebabkan oleh mental inlander ini.

SAJAK SEBATANG LISONG – RENDRA
(ITB Bandung — 17 Agustus 1977 )

Sumber :

Categories: Agenda Mendesak : Selamatkan Indonesia | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: