Kualitas Obrolan – Seberapa bijakkah kamu menggunakan waktumu?

Beberapa orang tidak banyak melakukannya. Beberapa orang menghindarinya. Beberapa orang tidak bisa lepas darinya. Ya, kegiatan yang melibatkan minimal dua orang ini lah yang mengisi sebagian besar dari waktu kita, kawan. Karena memang, kita adalah makhluk sosial.

Kita adalah Makhluk Sosial, Selalu, kita akan berintraksi satu sama lain

Namun ingatlah, satu hal yang pasti, kita mempunyai waktu yang telah ditentukan batasnya. Setiap manusia mempunyai slot waktu yang sama setiap harinya bebas untuk diisi apa saja. Anda ingin main game seharian, silahkan. Anda ingin bekerja sehari semalam pun, juga silahkan. Tentu kita sebagai orang yang normal, ingin waktu kita sebermanfaat mungkin bukan? Karenanya kita memerlukan optimalisasi dari waktu kita.

Selanjutnya, muncullah pertanyaan “sudahkah kita memakai waktu kita dengan optimal?” Sebagian besar orang di dunia ini pasti menjawab tidak dengan penuh penyesalan. Tentu kita menyayangkan waktu kita yang berlalu dengan sia sia. Namun menyesal sampai anda nangis darah pun tidak akan merubah apa apa selain membuang waktu anda lebih banyak lagi. Mari kita jadikan penyesalan itu sebagai lecutan untuk bergerak ke arah yang lebih positif.

Sampai kapan waktu anda tersisa?

Dari waktu kita yang sangat terbatas dan sangat beragamnya jenis kegiatan yang bisa kita isi ke dalamnya tersebut muncullah suatu parameter penilaian dari waktu kita itu sendiri. Parameter itulah yang bisa kita sebut kualitas waktu.

Dari banyaknya kegiatan yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu, salah satunya yaitu ngobrol, diskusi, chatting, dan berbagai istilah lain yang menerangkan kegiatan yang melibatkan dua atau lebih manusia untuk saling bertukar pikiran. Dari satu kegiatan ini saja, kita dapat menentukan kualitas dari orang orang yang terlibat didalamnya. Bagaimana menetukan kualitas tersebut? Simpel, kita dapat menilai kualitas obrolan kita dari apa topik atau bahan obrolan kita.

Topik obrolan yang paling rendah dari semua obrolan dan ironisnya, yang paling sering diobrolkan, adalah “orang lain”, atau yang lebih akrab kita sebut gossip. “Eh, tau ga? Si A ternyata ga doyan duren loh!” “Eh, tau ga? Ternyata Si B udah punya selingkuhan ke-tiga nya!” “Eh, tau ga? Si Z sekarang makin cakep loh abis operasi plastik!”

Gossip – Bicara tentang orang lain

Obrolan ini memang perlu untuk mengenal orang orang disekitar kita, namun jangan kebablasan dan setiap waktu membicarakan hal tersebut. Mengapa begitu? Perlu anda ketahui, perilaku manusia setiap saat dan dengan sangat mudah dapat berubah-ubah, begitu juga emosi. Ketika anda menghabiskan waktu anda untuk memperbincangkan perilaku orang lain yang setiap saat dapat berubah, anda membutuhkan waktu selamanya untuk terus membicarakan hal ini, anda tidak akan pergi kemana mana. Anda akan tetap stagnan disana mebicarakan hal-hal itu-itu saja, sedangkan orang yang anda gosipkan/ pergunjingkan/ bicarakan dapat terus menjalani hidupnya tanpa mempedulikan apa yang anda lakukan. Manta CEO Apple, Steve Jobs mengatakan dalam biografinya “janganlah membuang waktu anda untuk menjalani hidup orang lain”.

Topik yang jauh lebih baik daripada topik pertama adalah “acara/ event”. “Eh, acara ASD kemarin sukses besar yah, gila, rame banget yang nonton!” “Sob, acara lo kok ga rame sih? Ga seperti taun lalu?”

Acara – Suatu pergerakan, momentum, evaluasi

Disini dapat kita lihat poin penting dalam topik pembicaraan ini, yaitu evaluasi. Di dalam topik ini, kita melihat suatu kejadian dan mendiskusikan apa yang terjadi, membandingkan, dan bahkan mungkin kita dapat membuat saran untuk kegiatan yang lebih baik kedepannya. Dari sini tentu anda dapat melihat sisi positif dari topik ini. Inilah yang membuat topik kedua ini merupakan topik pembicaraan yang jauh lebih baik dari yang pertama.

Selain dua topik diatas, masih ada topik yang paling baik untuk didiskusikan, yaitu ide. “Bagaimana jika kita hidup di bulan saja?” “Mengapa kita tidak memasang solar panel di gurun sahara saja untuk mengatasi permasalahan energi dunia?” “Mengapa kita tidak membuat mobil berbahan bakar hidrogen?”

Ide – Pengubah Dunia, Pembuka era baru

Orang orang yang penuh dengan ide, dan selalu mendiskusikannya adalah orang orang yang sedang mengejar mimpi dia sendiri. Dan dia tidak menghabiskan waktunya untuk mengikuti ataupun menjalani hidup orang lain.

Jadi, termasuk golongan orang yang manakah diri anda? Anda sendiri lah yang paling mengenal diri anda sendiri. Yang terpenting, kita masih punya waktu untuk berubah menjadi yang lebih baik, menjadi lebih positif. Mari kita manfaatkan waktu kita yang sangat terbatas ini se bermanfaat mungkin, se optimal mungkin.

Ya! Anda! Termasuk orang yang manakah anda?

Categories: Kilau Lentera Ide | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: