Dibalik Topeng Kehidupan

Setiap detik 6 bayi terlahir di dunia ini. Setiap detik juga 3 orang meninggaal dunia. setiap orang terlahir dan pergi begitu saja dengan waktu mereka masing masing. Beberapa orang mengabdikan dirinya untuk hal-hal duniawi seperti harta, pangkat, lawan jenis, ketenaran, bahkan untuk games. Beberapa orang lagi hidup mengikuti aturan aturan seperti adat, agama, hukum alam, hukum ketertarikan, karma, maupun aturan-aturan yang mereka sepakati sendiri. Beberapa orang asyik merusak alam dengan berbagai teknologi-teknologi mereka seperti olahan bahan bakar fosil, dinamit, bom atom, dan nuklir. Sementara itu, beberapa orang tengah mencoba menyadarkan orang orang yang sedang asyik ini.

Hari hari ini, mayoritas manusia di dunia pasti mengalami siklus umum. Yaitu dari lahir, sekolah, bekerja, menikah, mempunyai keturunan, membesarkan anak, dan meninggal dunia. Hampir semua manusia sekarang tengah di antara siklus diatas.

Beberapa orang mengesalkan hidupnya yang selalu miskin, dan orang lain tidak. Beberapa orang mengesalkan mengapa ada orang yang tega merampok, mencuri, dan berbuat jahat lainnya. Beberapa orang mengesalkan mengapa mereka tidak sesukses orang yang lainnya. Beberapa orang merasa sangat beruntung bisa dilahirkan dengan berbagai kondisinya. Sementara itu, beberapa orang merasa dirinya lebih baik menjadi batu, tumbuhan, atau objek-objek yang tidak penting lainnya karena memang mereka telah merasa gagal.

Beberapa orang mengatakan bahwa kehidupan ini hanyalah panggung sandiwara. kita hanya memainkan “topeng” kita masing-masing. Baik itu sebagai orang kaya, miskin, baik, maupun jahat.

Lantas, apakah sebenarnya yang kita cari dari kehidupan ini? Ada dimanakah kita sekarang? Apa yang kita dapat dari kehidupan ini? dan yang paling penting, apakah sumbangsih yang kita berikan dari kehidupan ini? Apakah kita memang hanya sebuah pion kecil di suatu permainan yang besar?

Tentu ada sesuatu dibalik topeng ini. Muka sebenarnya dari kehidupan ini. Dibalik dinamika materi, kekayaan kemiskinan, watak, hukum-hukum yang mengikat kita. Terlepas dari itu semua, tentu ada hal yang masih tersembunyi yang belum dapat kita lihat. Karena sementara, yang dapat kita lihat hanyalah topeng dari kebenaran itu.

Beberapa orang mungkin tidak peduli lagi akan hal ini. Yang penting perut mereka terisi, hidup mereka sudah dirasa cukup. Bahkan, ada orang-orang yang tidak pernah merasa kenyang dengan suapan-suapan materi sehingga seluruh hidupnya dia habiskan untuk terus mencari materi.

Beberapa orang mati-matian meyakini bahwa “paham” atau “aliran” dia lah yang paling benar. Mereka tidak lagi peduli dengan yang lain.

Beberapa orang pasti sudah mengetahui rahasia dibalik topeng ini dan mereka menikmatinya. Mereka tidak menyebarkannya melainkan memberi isyarat isyarat kepada yang lain karena memang rahasia di balik topeng kehidupan adalah rahasia yang tidak boleh disebarkan.

Bagaimana denganku? Aku sudah sangat bersyukur dengan kehidupanku sekarang. Dengan berbagai derita dan kebahagiaan yang telah kudapat. Dan aku akan terus berusaha hidup untuk mencari apa dan dimana sebenarnya rahasisa dibalik topeng kehidupan dunia ini.

Categories: Kilau Lentera Ide | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: