Isu Lingkungan (Environmental Issue)

Lingkungan, Energi, Hijau, Masa depan

Botol Plastik, Pulau Sampah, dan Urban Farming

“Sebagai generasi masa kini, kita harus berwawasan global namun dapat bertindak dari yang lokal.”

Seteguk minuman dingin, tentu menyegarkan dahaga di terik siang hari. Lebih lagi, dengan adanya botol, kita bisa membawa air minum kita kemanapun kita mau tanpa repot. Sungguh temuan yang luar biasa, padahal dahulu, untuk mendapatkan seteguk air, kita harus menimba air, menampungnya lalu merebusnya sampai mendidih, belum lagi harus menunggu sampai cukup dingin dahulu setelah mendidih.

Tidak cukup dengan fungsi yang sangat tepat guna, botol minuman memiliki bentuk yang bermacam-macam. Ada yang memiliki ukiran-ukiran unik, ada pula yang dilapisi corak berwarna-warni. Semua itu ada untuk memancing kita memilih botol yang itu daripada ratusan maupun ribuan botol lain di sekitarnya. Seakan semakin indah suatu wadah, semakin segar isinya. Menariknya, biaya untuk membuat kita tertarik ini, yang membuat kita mengambil botol itu diantara botol-botol lain di sekitarnya, lalu membelinya, jauh lebih besar dari biaya yang dibutuhkan untuk membuat isi dari botol itu sendiri. Ironis memang, tetapi siapa yang akan memilih untuk meminum dari wadah yang terlihat kusam dan berlabel pas pasan jika disejajarkan dengan botol yang sangat indah? Tentu tidak akan banyak yang akan mengambil resiko. 

Namun, keindahan dan fungsi dari botol itu sendiri, akan habis seiring dengan Continue reading

Categories: Isu Lingkungan (Environmental Issue), Kilau Lentera Ide | Tags: , , , , , , | Leave a comment

The (un?)Fair World

Mall, With its brimming service and energy

One day, when I enjoyed my drinks in the mall, I realize something BIG! That made me feel so guilty and stupid. I realize that there was so much power consumed in that area that night, for game zone, air conditioning, laps, escalators, lifts, and so much more. We (people there) are so much enjoying the service there. The cool breeze, the bright scenery, the good song, everything.

I remembered back then, when I travelled in the countryside in South of Bandung, Indonesia. There is a village that only has three lamps in whole village which contain almost 300 people.  After the sun set, the brightest light was the moon light. And almost whole villagers goes to sleep after the sun sets. Surely there still is people who guard the village at night, usually they light a fire to gain some light and warmth. However, if there is only three lamps in the village, how can they know what is television, radio, computer, or even internet?

Village, with all of its humbleness

Continue reading

Categories: Isu Lingkungan (Environmental Issue) | Tags: , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.