Mengapa Iblis Tidak Mau Bersujud Kepada Adam?

Dikisahkan di Al Qur’an tentang penciptaan manusia pertama kali, Nabi Adam. Makhluk yang paling sempurna dari semua makhluk. Makhluk yang lebih lengkap, lebih segalanya dari makhluk yang lain yang pernah diciptakan Allah SWT. Sebegitu sempurnanya, dalam suatu kesempatan, Allah SWT memperintahkan Iblis dan Malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam ini. Disini uniknya, dua makhluk ini menaggapi perintah ini dengan respon yang berbeda.

Katika Malaikat menanggapi perintah ini dan langsung menjalaninya (bersujud), Iblis lebih memilih bertanya, mengapa aku harus bersujud kepada sesama makhluk? Bukankah derajat sesama makhluk tuhan setara di alam ini?

Beberapa orang menganggap, dengan menolaknya Iblis bersujud kepada Nabi Adam adalah perwujudan keimanan yang sangat tinggi. Dia tidak ingin menyembah sesama makhluk, dia hanya menyembah kepada Allah SWT semata. Bagi dia, tuhan hanya satu, Allah SWT, tidak akan dia menyembah hal selain Allah SWT.

Hal ini cukup menarik. Jika dipikirkan lagi, mengapa Allah memperintahkan makhluknya untuk menyembah makhluk yang lainnya? Apakah Iblis memang tidak bersujud karena alasan itu? Apakah memang Iblis memiliki keimanan yang sangat tinggi?

Untuk menentukkan itu, mari kita simak ayat-ayat di Al-Qur’an yang menjelaskan peristiwa ini yaitu pada Surat Al A’raf ayat 11 :

وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud.

Di ayat 11 diceritakan bahwa “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud.”

Hal ini memicu timbulnya pertanyaan yang sangat mendasar, “bukankah Allah memerintah untuk menyembah-Nya dan tidak menyembah apapun selain Allah?

Pertanyaan ini jika diteruskan, akan sangat berbahaya. Karena, jika diperhatikan dari sudut pandang tersebut, seolah yang salah adalah Nabi Adam sebagai yang di sujud i, Malaikat yang telah bersujud, dan Allah SWT sendiri, yang telah memberi perintah.

Lantas, apakah benar perintah bersujud ini? Apakah Allah telah salah memberi perintah ini? Ternyata, jika kita benar-benar cermati, Allah hanya memerintahkan iblis dan malaikat untuk Bersujud kepada Nabi Adam, bukan Menyembah.

Berikut Ayat yang mempunyai arti menyembah:

يا أيها الناس اعبدوا ربكم الذي خلقكم والذين من قبلكم لعلكم تتقون

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa” (Q.S. Al-Baqarah : 21).

Lalu kita lihat lagi Surat Al A’raf : 11,

وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud.” (Q.S. Al-A’raf : 11).

Terlihat bahwa, tulisan di Al Qur’an (bahasa arab) pun berbeda antara menyembah dan bersujud. antara اعبدوا dengan السَّاجِدِينَ.

Sebenarnya, apa sih beda arti dari bersujud dan menyembah?

Menyembah adalah penghormatan tertinggi yang dilakukan hambanya kepada tuhannya, sang pencipta, tidak kepada yang lainnya. Menyembah dilakukan dengan barbagai cara. Bahkan, di setiap aspek kehidupan, kita harusnya meniatkan untuk menyembah, beribadah kepada Allah SWT. Salah satu contoh kecil dari menyembah adalah memberi penghormatan yang dilakukan dengan cara bersujud. Bersujud sendiri merupakan perwujudan penghormatan kepada yang dimuliakan, yang ditinggikan. Dalam hal ini, Allah meninggikan Nabi Adam karena memang Allah menciptakan Nabi Adam (manusia) sebagai makhluk yang paling sempurna.

Lalu, apa alasan sebenarnya Iblis menolak untuk bersujud kepada nabi Adam? Di surat Al A’raf ayat 12 dijelaskan :

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab Iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah. (Q.S. Al-A’raf : 12).

Terlihat jelas, dari ayat diatas, Iblis tidak mau bersujud kepada manusia karena dia merasa lebih baik dari manusia. Api dan tanah hanyalah perumpamaan, intinya, Iblis merasa lebih baik daripada manusia.

Lalu, berikutnya, Allah menghukum Iblis atas kesombongannya. mari kita simak Surat Al-A’raf  ayat 13 – 18 :

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ

Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina”

قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”

قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ

Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh.”

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus

ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَدْحُورًا لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ

Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya Barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya

(QS. Al-A’raaf: 13-18)

Di ayat diatas dikisahkan Iblis seperti tidak percaya terhadap hukuman yang diberikan Allah, dan dia tidak terima akan hukumannya. Dia tetap merasa dirinya lebih baik daripada manusia dan dia ingin membuktikannya. Allah yakin bahwa manusia memang makhluk yang terbaik, lalu dengan kemurahan-Nya Allah memberikan kesempatan kepada iblis untuk memberikan pembuktian.

Inilah yang perlu kita perhatikan. Selama sebelum hari kiamat, Iblis akan menghalang-halangi kita dari jalan yang lurus, mendatangi kita dari segala penjuru, memberikan segala macam godaan kepada kita, untuk membuktikan bahwa memang manusia itu lebih buruk jika dibandingkan Iblis.

Karena itulah kawan, kita adalah makhluk terbaik yang diciptakan oleh Allah SWT. Mari kita buktikan jika kita ini memang benar-benar makhluk terbaik yang diciptakan Allah. Mari kita tunjukkan kepada Iblis bahwa kita tidak terpengaruh dengan tipu daya mereka. Bukan karena surga, bukan karena neraka, tetapi kita menyembah kepada Allah karena memang kita hambaNya. Karena sebenarnya kita memang sudah makhluk surga, makhluk terbaik yang tercipta.

Semoga bermanfaat =)

About these ads
Categories: Islam Agamaku | Tags: , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: